Senin, 05 Agustus 2013

Perusahan Perkebunan Sawit PT.Nabire Baru Mengesploitasi Situs Sejarah Masyarakat Pribumi Suku Besar Yerisiam

Nabire- Perusahan perkebunan sawit PT.Nabire Baru dan PT.Sariwana Unggul mandiri yang beroperasi kurang lebih sudah lima tahun, ini melakukan aktifitas pembukaan lahan penanaman sawit secara besar-besaran di daerah wami. yang sangat memprihatingkan pembukaan lahan sampai memasuki daerah-daerah keramat atau tempat yang menjadi tumpuan hidup masyarakat setempat. Tempat yang gusur antara lain; Lapangan Sima di pinggir
an kali sima, yang menurut legenda masyarakat yerisiam adalah sebagai tempat asal-muasal suku yerisiam hal lain juga adalah penggusuran hutan sagu di daerah wami. Hal ini sangat bersebelangan dengan aturan. Karena hingga kini perusaahann tersebut belum memiliki Dokumen Ijin AMDAL (Analisis Dampak Lingkungan) oleh BAPEDALDA Provinsi, namun yang terjadi pembukaan lahan sudah memasuki situs-situs dan dusun-dusun keramat masyarakat suku yerisiam

.


"Ado...saya nie saya takut jangan sampai moyang dong kutuk torang, karena pemerintah ka...perusahan nie dong, sudah tebang tong punya hutan pamali,,,saa,,,su takut ado...imbuh salah satu masyarakat kampung sima/suku yerisiam (Soleman Yoweni) saat bincang-bincang beberapa waktu lalu,,,!i

Persoalan ini sangat membuat luka masyarakat suku yerisiam, tempat yang di jadikan sebagai tempat yang sangat sakral dan tempat di mana mereka menggantungkan hidup apalagi sagu adalah makanan pokok orang papua dan hari-hari di konsumsi, sekarang tinggal lahan gundul milik penguasa baru MR.Kelapa Sawit...!i